Pelletizing adalah proses pengompresan material menjadi limbah padat. Berbagai macam bahan limbah dapat dibuat pelet. Pelet kemudian digunakan untuk pembakaran termal. Produk yang paling umum dari pelletizing adalah pelet kayu biomassa. Hal ini karena pelet kayu mudah didapat dan dibuat dari berbagai jenis limbah agro-kehutanan termasuk sekam kedelai, limbah teh, sekam kelapa sawit, jerami gandum, dan serbuk bambu. Pelet kayu lainnya termasuk limbah kehutanan, sampah biomassa, kulit kacang tanah, serbuk gergaji, sekam kopi, tangkai bunga matahari, limbah tembakau, batang kapas, jerami padi, sekam padi, serpihan kayu, residu kelapa, dan limbah pertanian lainnya.
Proses pembuatan pelet kayu sangat sederhana. Namun, lini produksi pelet kayu untuk pelet biomassa yang umumnya dikenal sebagai pabrik pabrik pelet bahan bakar skala besar diperlukan untuk memproduksi pelet kayu untuk menciptakan energi dari bahan baku seperti serbuk gergaji dan serpihan kayu.
10 ton per jam lini produksi pelet serbuk gergaji kayu bahan bakar biomassa berbeda dalam ukuran dari 3 kilowatt hingga 375 kilowatt, yaitu 5 tenaga kuda hingga 500 tenaga kuda, atau bahkan lebih besar lagi. Selain itu, volume produksi pelet per lini produk pelet dapat berbeda dari 300 kg per jam hingga 40 ton per jam. Bahan baku kayu lepas dapat diproses dari 100 kg/m3 hingga 650 kg/m3 yang menawarkan produk yang sangat padat dan sangat efisien.
Kabar baiknya adalah bahwa 10 ton per jam jalur pengolahan pelet kayu dapat bekerja tanpa henti, dan banyak mesin dapat bekerja bersama pada waktu yang sama. Konveyor dan mesin pengumpan dapat memberi makan tanaman secara otomatis. Hal ini mengurangi beban kerja.

Bagaimana Cara Meningkatkan Hasil Produksi Limbah Biomassa / Pelet Sampah?
(1) Pencampuran Kandungan Serat Kasar dan Serat Halusd
Limbah atau bahan biomassa yang berbeda memiliki fitur berbeda yang mempengaruhi proses pelet biomassa. Oleh karena itu, pencampuran yang tepat antara kandungan serat kasar dan serat halus diperlukan untuk meningkatkan output.
(2) Kadar Air Bahan Baku
Faktor terpenting yang mempengaruhi efisiensi produksi pabrik pelet kayu per jam adalah kadar air. Anda harus selalu memeriksa kadar air bahan sebelum memberi makan hopper. Juga kadar air harus seragam untuk bahan tersebut. Ini untuk memastikan pabrik berjalan dengan baik. Misalnya, Anda dapat berkendara sejauh 100 kilometer atau bahkan 150 kilometer di jalan raya tanpa masalah, tetapi Anda tidak dapat melakukannya di tempat dengan banyak orang. Sikapnya sama dengan pabrik pelet biomassa.

(3) Ukuran Partikel yang Sesuai dari Mesin Penghancur
Dengan menghancurkan bahan mentah menjadi ukuran yang sesuai adalah cara terbaik untuk meningkatkan efisiensi lini pelet kayu biomassa yang disesuaikan 10 ton per jam. Untuk berbagai bentuk dan tekstur bahan baku, mesin terbaik untuk digunakan adalah pabrik palu serbuk gergaji biomassa, chipper kayu berkinerja stabil.
(4) Rasio Kompresi
Pertama, mari kita pahami konsep rasio kompresi. Rasio kompresi mengacu pada mesin pabrik pelet kayu biomassa ring die. Ini berarti bahwa panjang sebenarnya dari ring die berbanding dengan diameter sebenarnya dari lubang ring die. Oleh karena itu, semakin besar rasio kompresi maka semakin besar pula output dari pabrik pelet bahan bakar nabati 10tph. Rasio kompresi memiliki hubungan langsung dengan keluaran pelet.
Output dari lini pelet kayu biomassa berkualitas tinggi CE juga akan tergantung pada keterampilan dan pengalaman operator. Operator harus mengatur mesin sesuai dengan suhu ruangan, kadar air, ukuran dan formula partikel, dan perubahan suhu. Jika kita dapat menguasai teknik lini produksi pelet kayu biomassa yang benar-benar baik, kita dapat dengan mudah meningkatkan hasil.
2. Lihat lebih banyak solusi pelet biomassa:
Solusi untuk Proses Produksi Pelet Alfalfa
Solusi untuk Proses Produksi Pelet Batang Jagung
Solusi untuk Produksi Pelet Ampas Tebu