Pakan burung unta terdiri dari dua jenis, yaitu pakan hijau dan pakan konsentrat. Kombinasi kedua pakan tersebut akan memberikan efek perkembangbiakan yang lebih baik.

1. Klasifikasi pakan burung unta
(1) Pakan hijau
Pakan burung unta sebagian besar adalah pakan hijau, yang menyumbang sekitar 70% dari total makanan. Pakan hijau terutama mencakup berbagai rumput hijauan, dan burung unta dewasa membutuhkan 2,5-5 kg pakan hijau per hari. Pakan hijau membutuhkan kesegaran, tidak ada pembusukan, dan tidak ada polusi pestisida. Cincang sebelum diberikan, panjangnya 0,5-3 cm, dan masukkan ke dalam palung untuk diberikan secara cuma-cuma. Meskipun burung unta dapat mencerna serat kasar, jerami dan pakan kasar dengan tingkat lignifikasi yang tinggi tidak hanya memiliki pemanfaatan yang rendah, tetapi juga mudah menyebabkan penyumbatan lambung kelenjar. Oleh karena itu, burung unta memiliki kebutuhan serat kasar yang lebih tinggi. Umumnya, padang rumput kacang-kacangan, padang rumput gramineous, dan berbagai sayuran hijau harus digunakan sebagai pakan burung unta. Dalam pemuliaan yang sebenarnya, semua jenis pakan hijau harus dicocokkan secara wajar, dan efek pemuliaan akan lebih baik.
(2) Pakan terkonsentrasi
Pakan konsentrat dalam penangkaran burung unta terutama untuk melengkapi kekurangan protein dan nutrisi lain dalam pakan hijau. Bahan baku yang digunakan dalam konsentrat burung unta mirip dengan babi dan ayam. Fitur terbesarnya adalah dapat menggunakan bubuk rumput dalam jumlah besar, mencampur pakan hijau dan konsentrat dengan air dan memberi makan burung unta bersama-sama. Ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan saat memformulasikan pakan. Pertama, perhatikan kelezatan pakan dan siapkan pakan dengan kelezatan yang baik. Selain itu, bahan baku pakan harus dijaga kebersihan dan sanitasinya serta tidak tercemar. Usahakan untuk memilih bahan pakan yang bergizi dan murah untuk diracik. Dan cobalah untuk menggunakan berbagai bahan pakan untuk menghindari spesies tunggal dan memastikan keseimbangan nutrisi.
2. Umum bahan baku pembuatan pakan burung unta
(1) Kue kedelai (makanan)
Bungkil kedelai (bungkil) mengandung protein 40%~48%, dan kualitas proteinnya (komposisi asam amino) adalah yang terbaik di antara pakan nabati. Bungkil kedelai (bungkil) memiliki rasa yang harum dan kelezatan yang baik. Ini adalah pakan protein yang penting untuk burung unta. Namun, biayanya tinggi, dan jumlah yang digunakan dalam makanan burung unta dikontrol dengan tepat, umumnya 5% hingga 25%.
(2) Kue kacang (makanan)
Bungkil kacang tanah (bungkil) setelah dikupas dan diperas minyaknya merupakan jenis pakan dengan kandungan protein yang lebih tinggi, dan nilai gizinya bervariasi sesuai dengan jumlah kulit kacang tanah yang dicampurkan. Bungkil kacang tanah yang telah dikupas kulitnya memiliki kandungan protein dan nilai gizi yang lebih tinggi. Pada musim hujan yang basah, bungkil kacang tanah (bungkil) rentan terhadap jamur dan pembusukan, menghasilkan aflatoksin yang sangat beracun, yang memiliki efek karsinogenik dan dapat menghambat reproduksi atau kematian hewan. Oleh karena itu, ketika bungkil kacang tanah (bungkil) digunakan sebagai pakan, perhatian khusus harus diberikan untuk mencegah jamur dan pada saat yang sama mengontrol dosisnya dengan benar dalam makanan burung unta. Dan tambahkan agen pelepas jamur efek ganda Mycosan ke dalam pakan.
(3) Jagung
Jagung, umumnya dikenal sebagai raja pakan, adalah jenis pakan yang berbau energi. Bahan utamanya adalah pati dan kandungan lemaknya tinggi. Jagung merupakan sumber penting asam lemak esensial. Karena area produksi dan varietas yang berbeda, kualitasnya pun berbeda. Umumnya, jagung kuning dan merah lebih baik daripada jagung putih, karena jagung kuning dan merah kaya akan vitamin A (seperti karoten, dll.). Kandungan protein jagung relatif rendah, umumnya 7,9% hingga 8,6%, dan kandungan lisin dan triptofan tidak mencukupi, serta kandungan kalsium dan fosfor rendah.
(4) Sorgum
Komponen utama sorgum adalah pati, tetapi memiliki kulit biji yang lebih tebal, kandungan serat yang lebih tinggi, nilai energi yang lebih rendah, lebih banyak tanin, rasa sepat, dan kelezatan yang buruk. Pada saat yang sama, ia juga memiliki efek astringen, dan lebih banyak makan rentan terhadap sembelit. Oleh karena itu, yang terbaik adalah tidak menggunakan burung unta muda di bawah usia 4 bulan. Burung unta yang tumbuh di atas usia 6 bulan dapat meningkatkan dosis dengan tepat, dan memahami proporsi yang digunakan, umumnya 5%-20%.
3. Direkomendasikan formula pembuatan pakan burung unta:
(1) Umur 1-3 bulan: jagung 56%, gandum 6%, bungkil kedelai 12%, dedak 3%, tepung ikan impor 6%, tepung alfalfa 10%, garam 0.4%, tepung cangkang 0.8%, tepung tulang 3%, 2.8% berbagai nutrisi.
(2) Selama bulan Maret: Jagung 46%, gandum 6%, bungkil kedelai 8%, dedak 10%, tepung ikan impor 4%, tepung alfalfa 20%, garam 0.4%, tepung cangkang 0.5%, tepung tulang 2.5%, 2.6% berbagai nutrisi.