1. Tindakan pencegahan untuk memberi makan angsa dengan pakan hijau
Pakan hijau meliputi rumput alami, batang dan daun sayuran dan tanaman, daun hijau, dll. Bahan kering pakan hijau memiliki kandungan protein kasar yang tinggi, kualitas yang baik, kandungan kalsium yang tinggi, rasio kalsium dan fosfor yang sesuai, kandungan serat kasar yang rendah, palatabilitas yang baik, dan pencernaan yang mudah.
Praktik telah membuktikan bahwa apakah itu merumput atau mengumpulkan pakan hijau untuk memberi makan angsa, lima pertanyaan berikut harus diperhatikan:
(1) Pakan hijau harus digunakan di tempat, dan yang terbaik adalah melakukan persiapan yang tepat sebelum digunakan, seperti mencuci, merajang, memukul, dll., untuk memfasilitasi pemberian makan dan pencernaan angsa. Jangan memberi makan angsa dengan sisa ampas rumput untuk mencegah keracunan nitrit.
(2) Saat merumput atau mengumpulkan pakan hijau, Anda harus memahami karakteristik pakan hijau, membatalkan ladang sayuran yang beracun atau baru saja disemprot dengan pestisida, dan mengumpulkan pakan hijau atau merumput di atas rumput untuk mencegah keracunan angsa.
(3) Jangan memberi pakan hijau oksalat lebih banyak, seperti bayam, daun bit, dll., untuk mencegah anak angsa terkena rakhitis, kelumpuhan, dan induk angsa yang bertelur tipis atau bercangkang lunak.
(4) Pemberian padang rumput legum (seperti varietas alfalfa tertentu) yang mengandung lebih banyak saponin tidak boleh terlalu banyak, karena terlalu banyak saponin akan menghambat pertumbuhan anak angsa.
(5) Saat menggunakan pakan hijau, kandungan nutrisi dan perubahan daya cerna pada periode pertumbuhan yang berbeda harus dipertimbangkan, sehingga dapat dipotong tepat waktu. Selain itu, karena pakan hijau memiliki kandungan air yang tinggi dan nilai energi efektif yang rendah, Anda harus memperhatikan pencocokan yang tepat antara pakan konsentrat dengan pakan konsentrat saat memberi makan angsa.

2. Prinsip-prinsip komersial formula pakan angsa:
(1) Berdasarkan jenis, tahap perkembangan, dan tujuan produksi angsa yang berbeda, merumuskan standar pemberian pakan yang tepat untuk memenuhi kebutuhan fisiologis angsa tanpa menyebabkan pemborosan nutrisi.
(2) Berdasarkan sumber daya lokal, meminimalkan biaya sekaligus memastikan nutrisi, sehingga peternak dapat memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar.
(3) Pilihlah bahan baku yang enak dan volume tertentu untuk memastikan angsa mendapatkan nutrisi yang cukup setiap saat.
(4) Berbagai bahan baku dicocokkan untuk memainkan peran yang saling melengkapi dalam nutrisi bersama.
(5) Mengontrol jumlah bahan pakan tertentu. Misalnya, bubuk jerami kacang-kacangan kaya akan protein, dan jumlah dalam makanan bisa 15-30%. Meskipun tepung bulu dan tepung darah memiliki kandungan protein yang tinggi, namun daya cernanya rendah, sehingga dosisnya harus kurang dari 5%.
(6) Kualitas bahan baku yang dipilih harus baik, tidak berjamur atau rusak, dan tidak ada polusi pestisida.
3. Formula pakan unggas untuk angsa di setiap tahap
(1) Formula pakan komersial untuk angsa dalam 0-4 minggu: pakan biologis jerami 70%, tepung tulang 1%, bungkil kacang 5%, tepung ikan 2,2%, tepung jagung 18%, dedak 2,2%, garam 0,3%, tepung cangkang 1%. .
(2) Formula pakan angsa komersial selama 4-7 minggu: pakan biologis jerami 75%, tepung tulang 1%, bungkil kacang 5%, tepung ikan 3.1%, tepung jagung 15%, dedak 3.5%, garam 0.4%, tepung cangkang 2%. .
(3) Formula pembuatan pakan angsa komersial selama 7-10 minggu: pakan biologis jerami 85%, tepung tulang 1%, bungkil kacang 3%, tepung ikan 2.5%, tepung jagung 5%, dedak 1%, garam 0.5%, tepung cangkang 2%. .

