Pakan apa saja yang bisa dimakan penyu?

Dalam proses budidaya penyu tempurung lunak, memecahkan masalah sumber pakan merupakan hal yang memusingkan bagi para peternak. Lalu, bagaimana cara agar penyu bisa kenyang dan makan dengan baik, sekaligus mengurangi biaya pembiakan dan meningkatkan efisiensi ekonomi pembiakan? Hari ini, RICHI akan memperkenalkan beberapa pengalaman sebagai berikut:

keuntungan daun tanaman yang difermentasi dalam produksi pakan ikan lele

1. Memberi makan. Lahan basah dapat digunakan untuk memelihara cacing tanah atau belatung untuk menghasilkan pakan; sawah dan parit drainase juga dapat digunakan untuk membasmi gulma. Di musim semi, bibit belut moray dan loach dapat dikumpulkan dan diletakkan secara terpisah, dan dedak, dedak, tepung ikan, dll. Dalam jumlah yang sesuai sering diberi makan, dan kura-kura bercangkang lunak makan di musim gugur. Ini dapat dikumpulkan dan diberi makan selama periode tersebut.

2. Jebakan. Gunakan lampu hitam untuk menjebak serangga. Pada musim panas dan musim gugur, gantungkan lampu hitam setinggi 20 cm di atas permukaan air kolam penangkaran penyu. Serangga yang terperangkap dan dibunuh setiap malam dapat digunakan sebagai pakan, dan juga dapat digunakan selama pertumbuhan bibit padi. Metode: Anda dapat menangkap beberapa serangga dan ngengat setiap malam, mengumpulkannya, dan kemudian memberi mereka makan. Caranya adalah: gunakan baskom yang dapat menampung air, isi air terlebih dahulu, lalu pasang lampu minyak tanah di tengah baskom untuk menyalakannya. Gunakan serangga untuk menarik cahaya. Untuk membunuh mereka, serangga dan ngengat harus datang pada malam hari ketika mereka melihat cahaya, dan mereka harus jatuh ke dalam air ketika mereka mengibaskan lampu. Mereka dapat dikumpulkan di pagi hari.

3. Memancing. Gunakan alat bantu seperti jaring bakar untuk menangkap siput dan kerang (untuk dikupas dan dihaluskan) serta ikan dan udang kecil dari parit, kolam bendung, waduk, dan sawah sebagai makanannya.

4. Organ internal. Kumpulkan jeroan dan darah dari babi, domba, dan ayam yang disembelih, cuci dan potong-potong, lalu beri makan.

5. Persiapan. Tepung 30%, dedak gandum 30%, tepung jagung 20%, beras 15%, tepung ikan 5% dapat digunakan, dibuat menjadi butiran dan kemudian diumpankan.

Ada dua hal yang harus diperhatikan saat menggunakan metode di atas: Pertama, pakan harus sesuai, dan pakan harian harus 14% ~ 20% dari jumlah total penyu. Pakan harus dibagi menjadi 3 kali, dan pakan harus dimakan dalam waktu 2 jam setelah pemberian pakan untuk mencegah kelebihan pakan dari pembusukan dan polusi. Kualitas air dan sering mengganti air; yang kedua adalah mencampurkan beberapa sulfonamida dalam pakan setiap 15 hari untuk mencegah penyakit leher dan pendarahan.

email
whatsapp
klik!
Scroll to Top